Part 3 - Bromo Savana - Sunrise dan Pulang
Pukul 03.00 dini hari, sesuai dengan janji, kita sudah dibangunkan, setelah semalaman tidur dengan situasi yg sunguh tidak tenang, bukan karena excited untuk liat sinrise ya, tp karna posisi tidur yg salah. Posisi tidur nempel tembok itu posisi yg salah bgt, karena di Bromo, dinding2 itu menjelma menjadi balok es dimalam hari, eeeerrrrr... tiap ga sengaja nabrak tembok pasti selalu kebangun kaget! Padahal baju udah lapis 3, kaos kaki lapis 2, sarung tangan, masker hidung & penutup mata, tp tetep aja T.E.M.B.U.S, mungkin kurang "Wings" kli ya? #loh?# wkwkwk... Luar Biasa!
Kita akan menuju daerah yg disebut "Penanjakan", konon katanya disanalah spot terbaik untuk melihat sunrise... Kita akan gunakan Jeep menuju kesana, Pak Mul sudah menjanjikan perjalanan kli ini tidak akan seperti saat menuju ke kawah untuk melihat sunset kemarin, tanjakannya tak kan seterjal dan sejauh kemarin. Okey. Perjalanan kurang lebih 1 jam dari homestay, jangan coba2 jalan kaki, karena sangat jauh sekali, dan klo bukan ahlinya juga jangan coba2 nyetir sendiri ya, karena jalanan sangat gelap, menanjak, berkelok tajam dan berbatasan langsung dengan jurang, pastikan kendaraan & supir dalam kondisi Fit!
Yak, sampailah kita... Suasana sudah sangat ramai, gerimis pun turun, kabut tebal menyelimuti, saking tebalnya sampai2 klo kita ngomong asep tebal keluar dari mulut, berasa kayak lagi musim dingin di Eropa klo udah begini... Jiakakaka #apekate lo?# Dingin menusuk hingga ke tulang, 3 lapis baju beneran ga guna, harusnya ratusan nih kynya, cairan mengucur deras dari hidung tanpa kontrol, semua orang udah ambil posisi uenak masing2, tersedia banyak tempat duduk disana tapi semua jg sudah penuh terisi, jadi kita cuma bisa nempel2 dari pager yg satu ke pager yg lainnya aja sudah... hahaha... Kok suasananya udah kaya mo nonton konser gini ya?
Kita akan menuju daerah yg disebut "Penanjakan", konon katanya disanalah spot terbaik untuk melihat sunrise... Kita akan gunakan Jeep menuju kesana, Pak Mul sudah menjanjikan perjalanan kli ini tidak akan seperti saat menuju ke kawah untuk melihat sunset kemarin, tanjakannya tak kan seterjal dan sejauh kemarin. Okey. Perjalanan kurang lebih 1 jam dari homestay, jangan coba2 jalan kaki, karena sangat jauh sekali, dan klo bukan ahlinya juga jangan coba2 nyetir sendiri ya, karena jalanan sangat gelap, menanjak, berkelok tajam dan berbatasan langsung dengan jurang, pastikan kendaraan & supir dalam kondisi Fit!
Yak, sampailah kita... Suasana sudah sangat ramai, gerimis pun turun, kabut tebal menyelimuti, saking tebalnya sampai2 klo kita ngomong asep tebal keluar dari mulut, berasa kayak lagi musim dingin di Eropa klo udah begini... Jiakakaka #apekate lo?# Dingin menusuk hingga ke tulang, 3 lapis baju beneran ga guna, harusnya ratusan nih kynya, cairan mengucur deras dari hidung tanpa kontrol, semua orang udah ambil posisi uenak masing2, tersedia banyak tempat duduk disana tapi semua jg sudah penuh terisi, jadi kita cuma bisa nempel2 dari pager yg satu ke pager yg lainnya aja sudah... hahaha... Kok suasananya udah kaya mo nonton konser gini ya?
Ramainya orang-orang yg menanti sunrise di "Penanjakan"
Jam sudah menunjukan pukul 05.30, langit pun sudah mulai tampak lebih terang dari sebelumnya, tp tanda2 sunrise akan muncul masih belum juga terlihat, gerimis gini apa mungkin muncul ya? Soalnya jujur suasananya memang berkabut, itu tuh bikin gw ga bs ngebedain mana mendung, mana berkabut! Yg gw tau cuma gerimis aja! Benar saja, sampai jam 06.30 tak tampak sunrise yg berkeliaran... Huft... Ya udah turun aja yuk! Baru beberapa langkah turun, tiba2 terdengar ramai sorak-sorai, mataharinya muncul cing!!! Tp bukan sunrise namanya, soalnya udah tinggi mataharinya... wkwkwk... Ya sudahlah!! #Penonton kecewa sodara-sodara#
Sunrise yg terlambat muncul
Saat perjalanan naik menuju "Penanjakan" semua gelap gulita, sama sekali ga keliatan apa2, tp pas turun, seperti kejutan, Wow.... Di kanan dan kiri jalan, landscape pemandangan yg menakjubkan dijamin bakal memanjakan mata lo! Siapkan kamera lo, karna gambar disini tuh udah kayak gambar di kalender-kalender itu loh! Baguuuuuus bgt! SUMPAHHHH!!! Maha Besar Allah dengan segala ciptaanya... Amazing
Pemandangan saat turun dari penanjakan
Puas foto2, kitapun kembali ke homestay untuk mencari sarapan. Karena keterbatasan waktu yg ada dan banyaknya penghuni homestay serta jumlah kamar mandi yg hanya 1 buah dan juga faktor dinginnya udara serta air disini, lagi2 gw memutuskan untuk ga mandi... wkwkwk... #ingat kuncinya, yg penting wangi coy!# Gw hanya cuci muka, sikat gigi dan numpahin sebotol minyak nyongnyong keseluruh tubuh saja, dengan harapan wanginya bisa bertahan sampai Jakarta! #Amin#
Pemandangan dari HomeStay
Sebelum pulang, sekalian sambil lewat, maka marilah kita berfoto bersama di sebuah area yg disebut dengan "Pasir Berbisik" #lagi2 namanya diambil dari judul Film ya... Hadeh# Ini adalah sebuah area pasir hitam yg sangat luas, saat cuaca sangat cerah, dan angin kencang bertiup, pasir-pasir disini akan beterbangan kian kemari, tp klo gw perhatiin siy yaaaaaa tetep ga berbisik tuh! hahaha... Yaaaaa namanya jg judul film, ya ga?
Pasir Berbisik
Kita pun pulang dengan begitu banyak menyimpan capture-an keindahan Bromo di hati #aaaaeeehhh# Maka akhirnya pun Happy Ending deh.... Dengan diantar Pak Mul dan Jeepnya sampai Stasiun Malang, Pukul 13.00 kami pulang dengan menumpang kereta bisnis Singosari, yg tiketnya sudah dipesan sebelumnya dari Jakarta, karena kita kehabisan tiket ekonomi Matarmaja! Criiiiing Rp. 245.000 Dengan perkiraan sampai di Stasiun pasar senen pukul 06.30, yg pada akhirnya terlambat 1/2 jam, dan langsung gas pol ngantor ya cyiiin... Walaupun ga pke mandi... Jiakakakak...
Situasi didalam Kereta Bisnis Singosari
- Biaya menginap 2 hari 1 malam + sumbangan baksos + makan 1x + sewa jeep + pendampingan dari DalAdventure dan sebagainya = total Rp. 283.000
- Tiket kereta Jakarta-Malang (Kereta Ekonomi Matarmaja) = Rp. 51.000
- Tiket kereta Malang-Jakarta (Kereta Bisnis Singosari) = Rp. 245.000
Jadi Total Biaya diluar biaya makan dan jajan adalah : Rp. 579.000
Jadi gmn? Murah kan liburan ala backpacker kita kli ini?
Akhir kata gw mo ngucapin Terima Kasih untuk :
- Pucuk Liga Bangsa (Liga) .
- Swadhika Rizkyritno (Kobe)
- Wiedya Mahesi Kristarini (Widi)
- Ardhika Jati putra (Timun)
- Muhammad Febriansyah (Bopunk)
Yang sudah membuat petualangan ini menjadi menyenangkan dan membuat misi petualangan berakhir sukses. Karena dari awal mereka jg lah yg udah berjuang, ikutan briefing, antri tiket kereta dan ngubek2 kaskus, sementara gw mah ga kerja apa2... ;p Hehehe... Thanks a lot yaaaa guys! Lup U Pull
Juga untuk Dal Adventure dan Bang Elyudin #penyelenggara, Seluruh peserta dari Dal, Pak Mul #TheBestKusirJeepEver, juga Adien si tetangga sebelah yg udah rela moto2in kita pke kamera bagusnya... hihihi... #manapoto2nyabro?
Selamat mencoba dan selamat berlibur...
Life is an Adventure...
Salam,




















0 Response to "Part 3 - Bromo Savana - Sunrise dan Pulang"
Posting Komentar