Part 2 - Bromo Savana - Baksos, Bukit Teletabis dan Kawah Bromo
Petualangan berlanjut, perjalanan Malang menuju Bromo memakan waktu kurang lebih 2 jam, jalanan mulai menyempit dan tak lagi rata, menanjak dan udara pun berubah menjadi dingin menyentuh kulit!
Suasanan didalam Jeep dan Track nya
Kita bergegas menuju ke desa Ngadas, untuk bakti sosial! Di desa ini kami diterima dengan baik dirumah kepala desa. Wow... suasananya udah kaya hajatan aja, kursi-kursi plastik hijau disusun sedemikian rupa...
Suasana makan siang di rumah pak Kepala Desa
Beristirahat sejenak sambil menunggu waktu makan siang! Waktu dzuhur pun tiba, ternyata ada mushola jg disini, berdasarkan cerita dari salah seorang warga yg juga lagi sholat, mayoritas penduduk disini beragama hindu, hanya 40% yg beragama islam. Maka inilah salah satu bukti betapa kayanya negeri ini dengan segala keaneka ragaman yg ada di dalamnya. Suasana didesa ini sebenernya agak sepi klo siang2 gini, katanya memang mereka kebanyakan berada diladang saat ini, mereka biasa di ladang dari pukul 09.00-16.00. Jadi klo mau namu ato mo minta sumbangan, ya udah pasti salah jam. wkwkwk...
Coba perhatikan bawahan yg dipake!!! Suwer, Itu bukan sarung, tapi bawahan mukena! wkwkwk
Antrian makan pun tiba2 menjadi sangat panjang dan mengular, bak antrian sembako murah aja... hahaha... Seru... seru... Udara semakin dingin, kabut pun mulai turun, sejauh mata memandang yg terlihat hanya hijaunya pegunungan... No more polusi... Mata, Otak, Paru2 seolah ikut beristirahat... hooooooooo...
Ijo royo-royo
Usai beristirahat kami menuju ke sebuah Sekolah Dasar yg ada disana, kami menyampaikan beberapa barang yg mungkin mereka butuhkan dan bermain sebentar dengan mereka... Tapi tau ga, walaupun cuma 200-300 meter doank dari rumah kepala desa, tp ya boooo nanjaknya itu! Luar biasa... Laper lg deh gw! wkwkwk
Situasi Baksos di SD desa Ngadas, dingin siy, tp panas!
Tercium bau matahari dari sela-sela rambut gw, kulit gw pun mulai belang-belang... Udara dingin ini ternyata telah mengalihkan perhatian gw dari sinar matahari yg ternyata lebih terik dan sangat dekat dari kepala gw ini... Tidaaaaakkkkk... Jd jangan lupa pke sunblock ya temans... Jgn sampai terkecoh oleh dinginnya udara disana! Sumpret deh bikin item...
Sebelum melanjutkan perjalanan, kami pun singgah sejenak ke rumah Pak Mul, yg tidak jauh dari SD tadi, dan berkenalan dengan istrinya... Ternyata di rumah Pak Mul banyak Mahasiswa dari Jakarta yg menginap, kata Pak Mul, mereka sedang melakukan penelitian tentang budaya suku Tengger... Hoooooo... Asiknyaaaa...
Sebelum melanjutkan perjalanan, kami pun singgah sejenak ke rumah Pak Mul, yg tidak jauh dari SD tadi, dan berkenalan dengan istrinya... Ternyata di rumah Pak Mul banyak Mahasiswa dari Jakarta yg menginap, kata Pak Mul, mereka sedang melakukan penelitian tentang budaya suku Tengger... Hoooooo... Asiknyaaaa...
Rumah Pak Mul + Penjaga Rumahnya... Wkwkwk
Okey... Saatnya melanjutkan perjalanan menuju Homestay, ternyata di sini itu memang telah dibuat kawasan khusus homestay dan hotel untuk wisatawan, bukan di desa Ngadas toh? Untuk menuju kesana kami harus melewati bukit Teletabis (padang Savana), mengapa disebut demikian? Coba aja tonton acara Teletabis, dimana, lala dan dipsi nongol dari balik bukit, nah mirip2 gt deh! hahaha... Keren bgt deh pokoknya!
Padang Savana (Bukit Teletabis)
Lalu kami melanjutkan perjalanan menuju kawah bromo... Jeep pun tak bisa mengantarkan kami menuju puncak, kami harus berjalan kaki dari tempat parkir jeep, melewati tebalnya pasir dan banyaknya ranjau kuda (pup kuda) sampai ke puncak, klo yg ga kuat bisa kok naik kuda, dengan harga yg berfariasi, dari mulai Rp. 50.000-100.000 PP tergantung dari mana kita naik kudanya. Tp berhubung gw ga bawa banyak uang, maka gw dan teman2 memutuskan untuk berjalan kaki saja. Katanya siy dari puncak inilah kita akan melihat Sunset!
Perjalanan menuju kawah
Setelah melewati jalan terjal berpasir, kami pun memanjat tangga dengan kemiringan hampir 90 derajat satu persatu dengan sabarnya... Baru aja sampai puncak, belom jg napas, tiba2 di suruh turun aja, hahaha... Karna sunset tak terlihat tenggelam dari sisi mana pun dan hari pun sudah petang!
Situasi di pinggiran kawah
Saking capeknya, keluar deh gaya-gaya aneh nya... Hadeh
Langitpun berubah menjadi gelap dan saatnya kembali beristirahat di homestay masing2, masuk kawasan homestay suasananya sangat berbeda dengan suasana di desa ngadas, disini semua tampak tertata rapih, bahkan ada Hotel yg berdiri tidak jauh dari pintu masuk kawasan ini... Restaurant, warung dan toko souvenir pun berjajar di sana, ramai... Udah kaya suasana malam di ancol! wkwkwk
1 buah homestay diisi oleh 20 orang peserta, kaum wanita di tempatkan di kamar berkasur empuk dilengkapi dengan selimut tebal dan kaum pria di luar beralaskan kasur tipis dan tikar... Uhhhhhh... Dingin makin menusuk tulang, nyali untuk mandi pun makin ciut, tp masa ga mandi lg siy? Sementara yg lain merebus air hangat untuk mandi, Widi langsung curi start mandi dengan air yg duingin itu... hoooooo... ayo Dian Mandiiiii!!!
Akhirnya gw bernazar, gw akan mandi klo Widi bisa selamat keluar dari kamar mandi, wkwkwk... Gilakkkkk... Airnya kaya air es, saat gw guyur, byuuuurrr... tubuh gw langsung mati rasa... Membeku, kayak di siram pke air es! Eeeerrrrr
1 buah homestay diisi oleh 20 orang peserta, kaum wanita di tempatkan di kamar berkasur empuk dilengkapi dengan selimut tebal dan kaum pria di luar beralaskan kasur tipis dan tikar... Uhhhhhh... Dingin makin menusuk tulang, nyali untuk mandi pun makin ciut, tp masa ga mandi lg siy? Sementara yg lain merebus air hangat untuk mandi, Widi langsung curi start mandi dengan air yg duingin itu... hoooooo... ayo Dian Mandiiiii!!!
Akhirnya gw bernazar, gw akan mandi klo Widi bisa selamat keluar dari kamar mandi, wkwkwk... Gilakkkkk... Airnya kaya air es, saat gw guyur, byuuuurrr... tubuh gw langsung mati rasa... Membeku, kayak di siram pke air es! Eeeerrrrr


























0 Response to "Part 2 - Bromo Savana - Baksos, Bukit Teletabis dan Kawah Bromo"
Posting Komentar