Bagaimana Kau Mampu Mengeluh?
Pagi itu, saat gw membaca sebuah koran yg selalu gw beli di stasiun, gw menemukan satu judul yg cukup menyedot perhatian gw, diantara banyak judul tentang politik, ekonomi dan kriminal yg memenuhi setiap halamannya, gw langsung membaca suatu artikel yg berjudul "Sulitnya Akses Kesehatan Bagi Si Miskin"
"Ibu Karsiah, 53 tahun, terbaring lemah di bawah pohon mangga dibelakang Rumah Susun Benhil 2, Pejompongan, Jakarta Barat." (Media Indonesia, 6 Maret 2011)
Dikisahkan dalam koran tersebut, bahwa Ibu Karsiah menderita sakit kanker, ia harus tidur dalam posisi miring, karena jika tidak ia akan merasakan sakit yg teramat sangat, sulit baginya untuk memperoleh fasilitas kesehatan yang menjadi haknya sebagai bagian Warga Negara Indonesia. Gw jadi inget tentang pasal 34 ayat 1-4 yg gw pernah baca waktu zaman sekolah dulu :
(1)Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara
(2)Negara mengembangkan sistem jaringan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.
(3)Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.
(4)Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.
Begitu indahnya isi pasal tersebut, hingga membuat gw begitu bangga dan bahagianya menjadi bagian dari bangsa yg penuh perhatian pada rakyatnya ini. Tetapi saat gw baca kisah tentang Ibu Karsiah tersebut gw jd sadar, bahwa itu hanya sebuah tulisan indah yg tak berarti apa-apa.
Warga sekitar sudah mencoba membantu semaksimal mungkin, namun sakit kanker bukanlah penyakit yg murah, hingga warga sekitarpun hanya bisa memberi bantuan sebisanya.
Ya sudahlah, yg paling penting sekarang adalah pernahkah kalian bayangkan, jika hal itu menimpa kalian, ibu atau saudara kalian? Tinggal di bawah pohon mangga di bantaran rel kereta api, terbaring lemah tak berdaya tanpa atap yang melindungi kalian dari panas dan hujan, merintih kesakitan, hanya bisa makan dari belas kasih orang lain... Hmmm... Mampukah kalian bayangkan? Lalu masih mampukah kalian mengeluh? Baju-baju yg indah menumpuk penuh di lemari kalian, rumah yang teduh dan kokoh telah melindungi kalian dari panas dan hujan, kasur yg empuk sudah membuat tidur kalian menjadi sangat nyenyak, selimut hangat melindungi kalian dari dingin, orang2 tercinta selalu ada di sekeliling kalian, makanan enak selalu tersedia di meja makan kalian setiap harinya, tubuh yg sehat pun telah Tuhan anugrahkan pada kalian.. Lalu apa yg kalian keluhkan lg?? Tidak kah itu cukup teman???
"Ibu Karsiah, 53 tahun, terbaring lemah di bawah pohon mangga dibelakang Rumah Susun Benhil 2, Pejompongan, Jakarta Barat." (Media Indonesia, 6 Maret 2011)
Dikisahkan dalam koran tersebut, bahwa Ibu Karsiah menderita sakit kanker, ia harus tidur dalam posisi miring, karena jika tidak ia akan merasakan sakit yg teramat sangat, sulit baginya untuk memperoleh fasilitas kesehatan yang menjadi haknya sebagai bagian Warga Negara Indonesia. Gw jadi inget tentang pasal 34 ayat 1-4 yg gw pernah baca waktu zaman sekolah dulu :
(1)Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara
(2)Negara mengembangkan sistem jaringan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.
(3)Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.
(4)Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.
Begitu indahnya isi pasal tersebut, hingga membuat gw begitu bangga dan bahagianya menjadi bagian dari bangsa yg penuh perhatian pada rakyatnya ini. Tetapi saat gw baca kisah tentang Ibu Karsiah tersebut gw jd sadar, bahwa itu hanya sebuah tulisan indah yg tak berarti apa-apa.
Warga sekitar sudah mencoba membantu semaksimal mungkin, namun sakit kanker bukanlah penyakit yg murah, hingga warga sekitarpun hanya bisa memberi bantuan sebisanya.
Ya sudahlah, yg paling penting sekarang adalah pernahkah kalian bayangkan, jika hal itu menimpa kalian, ibu atau saudara kalian? Tinggal di bawah pohon mangga di bantaran rel kereta api, terbaring lemah tak berdaya tanpa atap yang melindungi kalian dari panas dan hujan, merintih kesakitan, hanya bisa makan dari belas kasih orang lain... Hmmm... Mampukah kalian bayangkan? Lalu masih mampukah kalian mengeluh? Baju-baju yg indah menumpuk penuh di lemari kalian, rumah yang teduh dan kokoh telah melindungi kalian dari panas dan hujan, kasur yg empuk sudah membuat tidur kalian menjadi sangat nyenyak, selimut hangat melindungi kalian dari dingin, orang2 tercinta selalu ada di sekeliling kalian, makanan enak selalu tersedia di meja makan kalian setiap harinya, tubuh yg sehat pun telah Tuhan anugrahkan pada kalian.. Lalu apa yg kalian keluhkan lg?? Tidak kah itu cukup teman???









0 Response to "Bagaimana Kau Mampu Mengeluh?"
Posting Komentar