Cara Hidupnya
Pagi ini di stasiun manggarai, hujan turun ketika gw menunggu kereta menuju Sudirman, seketika itu pula sebuah KRL jabodetabek berkasta paling tinggi berhenti (Ekspres) .. Hati gw tiba2 terasa sakit saat melihat sesosok perempuan setengah baya dengan kulit legam karna terbiasa tersengat matahari dan dengan baju lesuh itu berlarian hanya untuk mengambil lembaran2 kertas koran yang terbuang setelah habis terbaca oleh para penumpang yang hampir rata2 berkulit putih & berpakaian rapih itu...
Ia coba berlarian dari pintu satu ke pintu lainnya dengan cepat, sebelum pintu besi itu benar2 tertutup untuknya, ia terus berlari sebelum kereta itu jalan kemudian tangannya tergilas saat ia sedang memunguti lembaran koran itu. Nyawa ia pertaruhkan hanya untuk segenggam uang receh yang mungkin kadang kita anggap tidak berarti, ia berjuang hanya agar ia & anak2 yang ia cintai tidak lapar pagi itu dan berharap dapat mempertahankan hidup yang Tuhan amanahkan dan anugerahkan kepada nya dengan cara yang ia anggap baik di mata Tuhan..
Ia bekerja keras, sama sekali tidak bermalas2an atau mengharapkan belas kasih orang lain.. Begitulah cara yang ia pilih untuk hidup.. Walau berat, namun ku yakin ia adalah orang penuh rasa syukur, walau mungkin kadang menyakitkan, namun gw yakin ia adalah orang yang sabar & kuat..
Disisi lain stasiun ini, gw pun selalu melihat wanita tua dengan badan kurus kering , kulit yang sudah sangat keriput, mata yang sudah mulai rabun selalu duduk dengan tatapan sayu di tempat yang sama seperti kemarin, dengan d temani sebuah tongkat dan beberapa baju lesuh bawaannya. Ia sealau duduk di sana sepertinya, ia tak punya daya untuk berlari lagi bahkan untuk berjalan sekalipun ia tak mampu lagi. Seharusnya, di usia yang setua ini ia tidak berada disini, tidur di sebuah stasiun yang dingin tanpa dinding, seharusnya dia tidur d sebuah kasur yang empuk dengan selimut yang hangat, dikelilingi oleh keluarga anak yang mungkin sudah ia besarkan dengan kasih & cintanya. Kemana mereka? Kemana perginya keluarga & anak2 yang seharusnya menjaganya? Ia tampak lelah & tak lagi punya mimpi dan ambisi hidup, Ia tampak tak lagi silau dengan kemilau harta dan seluruh dunia, mungkin yang ia harapkan hanya ingin bisa mati di pelukan orang2 yang ia cintai.
Begitulah cara wanita tua itu bertahan hidup yang d amanahkan Tuhan kepadanya. Ikhlas & Pasrah dengan diamnya, duduk d sebuah kursi yang tak empuk sama sekali selama berjam-jam, berhari-hari, berbulan-bulan tanpa perlu mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara-cara yang Tuhan benci, ia menunggu dengan sabarnya walaupun mungkin rasa sakit ia rasakan setiap detik d hatinya tak mampu ia bendung lagi. Semoga Allah SWT selalu menjaganya & melimpahnya kebahagiaan untuknya. Amin.
Melihat semua ini dengan mata kepala gw sendiri, membuat gw jd berfikir, betapa gw selalu merasa kekurangan dengan apa yang telah Tuhan limpahkan untuk gw, padahal mungkin ini sudah sangat berlebihan untuk mereka, betapa sombong & tidak bersyukurnya gw dengan apa yg sudah gw miliki sekarang, padahal itu hanya titipan Tuhan semata, betapa rapuh nya gw saat gw harus kehilangan mimpi yang gw gantung begitu tingginya..
Gw ingin belajar hidup dari caranya hidup, cara mereka yang kuat, cara meraka mereka yang selalu sabar, cara mereka yang begitu bersahaja, cara mereka yang selalu bersyukur dalam menjalani hidup ini...
Jadi cara apa yang kamu pilih untuk hidup mu? Sehebat mereka kah cara mu?
Ia coba berlarian dari pintu satu ke pintu lainnya dengan cepat, sebelum pintu besi itu benar2 tertutup untuknya, ia terus berlari sebelum kereta itu jalan kemudian tangannya tergilas saat ia sedang memunguti lembaran koran itu. Nyawa ia pertaruhkan hanya untuk segenggam uang receh yang mungkin kadang kita anggap tidak berarti, ia berjuang hanya agar ia & anak2 yang ia cintai tidak lapar pagi itu dan berharap dapat mempertahankan hidup yang Tuhan amanahkan dan anugerahkan kepada nya dengan cara yang ia anggap baik di mata Tuhan..
Ia bekerja keras, sama sekali tidak bermalas2an atau mengharapkan belas kasih orang lain.. Begitulah cara yang ia pilih untuk hidup.. Walau berat, namun ku yakin ia adalah orang penuh rasa syukur, walau mungkin kadang menyakitkan, namun gw yakin ia adalah orang yang sabar & kuat..
Disisi lain stasiun ini, gw pun selalu melihat wanita tua dengan badan kurus kering , kulit yang sudah sangat keriput, mata yang sudah mulai rabun selalu duduk dengan tatapan sayu di tempat yang sama seperti kemarin, dengan d temani sebuah tongkat dan beberapa baju lesuh bawaannya. Ia sealau duduk di sana sepertinya, ia tak punya daya untuk berlari lagi bahkan untuk berjalan sekalipun ia tak mampu lagi. Seharusnya, di usia yang setua ini ia tidak berada disini, tidur di sebuah stasiun yang dingin tanpa dinding, seharusnya dia tidur d sebuah kasur yang empuk dengan selimut yang hangat, dikelilingi oleh keluarga anak yang mungkin sudah ia besarkan dengan kasih & cintanya. Kemana mereka? Kemana perginya keluarga & anak2 yang seharusnya menjaganya? Ia tampak lelah & tak lagi punya mimpi dan ambisi hidup, Ia tampak tak lagi silau dengan kemilau harta dan seluruh dunia, mungkin yang ia harapkan hanya ingin bisa mati di pelukan orang2 yang ia cintai.
Begitulah cara wanita tua itu bertahan hidup yang d amanahkan Tuhan kepadanya. Ikhlas & Pasrah dengan diamnya, duduk d sebuah kursi yang tak empuk sama sekali selama berjam-jam, berhari-hari, berbulan-bulan tanpa perlu mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara-cara yang Tuhan benci, ia menunggu dengan sabarnya walaupun mungkin rasa sakit ia rasakan setiap detik d hatinya tak mampu ia bendung lagi. Semoga Allah SWT selalu menjaganya & melimpahnya kebahagiaan untuknya. Amin.
Melihat semua ini dengan mata kepala gw sendiri, membuat gw jd berfikir, betapa gw selalu merasa kekurangan dengan apa yang telah Tuhan limpahkan untuk gw, padahal mungkin ini sudah sangat berlebihan untuk mereka, betapa sombong & tidak bersyukurnya gw dengan apa yg sudah gw miliki sekarang, padahal itu hanya titipan Tuhan semata, betapa rapuh nya gw saat gw harus kehilangan mimpi yang gw gantung begitu tingginya..
Gw ingin belajar hidup dari caranya hidup, cara mereka yang kuat, cara meraka mereka yang selalu sabar, cara mereka yang begitu bersahaja, cara mereka yang selalu bersyukur dalam menjalani hidup ini...
Jadi cara apa yang kamu pilih untuk hidup mu? Sehebat mereka kah cara mu?









0 Response to "Cara Hidupnya"
Posting Komentar